Mambu Banking Engine

Ideas aimed to improve the current experience provided by the Mambu Banking Engine.

Renungan Harian Katolik Yoh 10:27-30

Bacaan Injil

Yoh 10:27-30

"Aku memberikan hidup yang kekal kepada domba-domba-Ku."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu." Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan Injil

Hari ini, Hari Minggu Paskah IV, juga disebut sebagai hari Minggu Gembala Yang Baik. Gereja telah menetapkannya sebagai Hari Minggu Panggilan. Ada bermacam-macam variant dari panggilan itu, mulai dari yang terpenting, yakni panggilan menjadi imam diosesan, novisiat, sampai kepada panggilan penting lainnya, yakni panggilan untuk menjadi Renungan Harian Katolik prodiakon dan pelayan altar lainnya, menjadi donatur gereja, dan sebagainya. Saya tidak ingin mendangkalkan makna dari panggilan khusus untuk menjadi imam atau suster, melainkan untuk mempertegas kalau kita semua dipanggil untuk menjadi "satu tubuh" bersama Kristus. Semuanya adalah panggilan khusus; kita dipanggil-Nya secara spesifik sesuai nama kita masing-masing, maksudnya sesuai dengan kompetensi yang telah dianugerahkan Tuhan. Rasul Paulus dipanggil langsung oleh Yesus sendiri, lalu menjadi misionaris terbesar sepanjang masa. Para rasul lainnya, para murid, paus, kardinal, uskup, imam serta segenap kaum klerus lainnya, semuanya dipanggil dengan namanya masing-masing. Lalu, apa iya kaum awam hanya menjadi penonton saja? Jelas tidak, kita semua menerima panggilan Tuhan. Jelas sekali saya sendiri telah dipanggil oleh Tuhan, atau lebih tepatnya diselamatkan oleh Tuhan. Istilah "dipanggil Tuhan" yang saya maksudkan dalam arti yang sebenarnya, bukan "meninggal dunia (telah dipanggil Tuhan)" atau "namanya memang 'tuhan' sesuai yang tertulis di KTP-nya sehingga orang-orang memanggilnya tuhan." Pada awalnya saya tidak tahu mengapa saya dipanggil dan apa yang menjadi tugas saya. Belakangan baru saya menyadari kalau saya ternyata ke-GR-an, merasa khusus karena dipilih dan dipanggil, padahal ternyata semua orang dipilih dan dipanggil. Tidak ada keajaiban yang terjadi ketika saya dipanggil, tidak seperti ketika Yesus memanggil Rasul Paulus. Tuhan memanggil saya melalui isteri saya, lalu melalui saudara-saudara kandung saya. Panggilan yang pada awalnya saya anggap sepele itu ternyata tidak main-main. Saya dipanggil bukan sekedar untuk menjadi pengikut Kristus yang setia, melainkan jauh di atas yang mampu saya perkirakan. Saya digiring untuk bekerja di ladang Tuhan. Mula-mula bekerja serabutan, menjadi penerima tamu, lalu lebih spesifik lagi, yakni bagian perlengkapan (menyediakan 123456 sarana IT bagi acara-acara gereja), tak jarang turut membantu Erna (isteri saya) mengangkuti panci, piring serta barang-barang dapur lainnya. Nampaknya bekerja serabutan bukan panggilan saya. Tuhan tidak menghendaki saya hanya sekedar sebagai pelayan, usher, doorman atau bellhop semata. Tuhan membawa saya ke "ruang tamu" untuk naik ke atas podium untuk berbicara apa saja sesuai "order", mengikuti bimbingan Roh Kudus. Sekarang saya lebih banyak menghabiskan waktu saya di "dapur" untuk menjadi semacam 'scullion' yang membantu chef menyiapkan hidangan. Saya tidak meninggalkan profesi saya sebagai profesional di bidang IT. Saya mengerjakannya secara paralel. Tetapi ketika terjadi benturan, friksi atau gesekan, maka saya mengacu kepada ajaran Yesus "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." [Mat 6:33] (Ini adalah ayat warisan dari ibu saya). Mengacu kepada apa yang saya alami sendiri, serta melihat dan mendengar sharing orang-orang yang saya jumpai, mantaplah keyakinan saya kalau semua orang itu dipanggil, masing-masing dengan panggilan khusus. Bukan kita yang menentukan mau ambil bagian di mana, melainkan Dia yang telah memanggil kitalah yang menentukan apa yang mesti kita kerjakan.

Sumber : Catholic Mass Reading | Katolik Kasih | ignasiusevan.blogspot.com | presidenku.eu.org | withoutimage.xyz

  • evan indo
  • Apr 1 2021
  • Attach files